" Aku frustasi saat melihat Instagram" Ceritaku lepas dari pengaruh Media Sosial
Introductions
Siapa diantara kita yang pernah merasa frustasi saat melihat kehidupan orang- orang di media sosial? Well aku sendiri sering banget merasa begitu. Saat umurku yang sudah 23 tahun, aku sering merasa tertekan saat melihat orang lain sudah memiliki pekerjaan, sudah memiliki pacar, bahkan beberapa sudah menikah dan memiliki buah hati. Setiap aku melihat dan menggeser swipe, aku selalu berfikir " Wah enak sekali mereka sudah memiliki keluarga". Lebih dari itu aku merasa frustasi akan diri sendiri, dan selalu berkata " Aku harus melakukan sesuatu!". Kamu jadi merasa tertinggal dan ingin melakukan sesuatu supaya merasa sepadan. Jadi saat itu walaupun aku tetap mengucapkan selamat pada temanku itu, namun aku sendiri tidak iklas dan merasa ada yang kurang dari diriku. " Kenapa aku hanya begini?" and again " I have to do something!"
Kalau kalian merasa pengalamanku ini familiar dengan kalian, selamat kita officially masuk dalam FOMO club :)
FOMO?
FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yang berarti suatu keadaan mental dimana kita merasa takut tertinggal. Buat pada generasi milenial kebawah, kita yang sering banget terpapar sosial media pasti pernah merasakan ini. Kerasa banget kan gimana cemasnya? gimana frustasinya kita saat melihat teman- teman kita sukses sedangkan kita tidak? thats FOMO.
PAHAMI ungkapan :
Rumput tetangga selalu akan tampak lebih hijau dari rumput sendiri .
Kesehatan kamu terancam
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa untuk menjalani kehidupan sehari - hari kita pasti memiliki media sosial. Entah itu Instagram, Facebook, twitter, whatsap, tiktok dll. Pernah ga kamu setiap mengupload sesuatu merasa cemas dengan berapa likes , jempol atau retweet yang akan kamu dapatkan? kalau pernah, kita sama. Gimana rasanya saat kamu mengupload sesuatu trus gaada yang like? malu? cemas?.. Atau gimana rasanya saat seseorang yang engga begitu kamu kenal melakukan cyber bullying ke kamu?, walaupun itu ga langsung tapi rasanya sama saja dengan diserang langsung. Oke netijen indonesia sudah sangat terkenal menjadi netijen paling tidak sopan se asia tenggara. We all know that. Tapi coba sebelum kita gunakan jari dan menghardik orang - orang dengan media sosial, kamu posisikan diri kamu sebagai orang itu..
Jadi gimana solusinya:
1. Hapus Medsos tersebut dari Smartphone kamu.
Jadi karena aku sadar gimana rasanya dan lelahnya dunia sosial media, aku memutuskan untuk mendelete sosial media yang aku gunakan.
Q : Lah trus gimana kalau ada info? apa ga takut ketinggalan?
A : Oke aku gabisa bilang kalau kita bener bener gaboleh menggunakan sosial media. Tapi aku mau membatasi waktu yang aku gunakan untuk sosial media. Dan jadi aku ingin membuat sistem sehingga bikin perlu usaha lebih buat sekedar bisa buka sosial media. Kalau kamu lebih sulit akses, waktu yang kamu habiskan untuk menggunakan sosial media akan berkurang.
2. BUKA DENGAN PC (Komputer/ Leptop) KAMU
Kalau aku buka app tertentu dengan menggunakan PC, otomatis hanya sebentar waktu yang aku gunakan untuk sosial media. Selain itu kamu akan SADAR BETUL, kamu buka sosmed saat itu untuk apa. Daripada menghancurkan diri dengan scroll sosmed yang bikin kamu pusing kan?
3. KALAU KAMU GAMAU HAPUS MEDSOS, AKTIFKAN SCREENTIME
Bagi kamu yang gamau ribet harus delete app dan log in pake PC, ada jalan lain buat kamu. Coba pakai screen time!. Cara kerjanya, kamu atur dulu aplikasi - aplikasi sosmed yang menurutmu toksik. Lalu kamu setel berapa jam maksimal untuk membuka aplikasi tersebut. Sudah!
Jadi cara kerjanya, kalau kamu menggunakan app tersebut lewat dari batas waktu yang kamu tentukan, aplikasi itu akan automatis tertutup.
4. Ingat kalau kamu yang mengendalikan sosmedmu, bukan sebaliknya.


Komentar
Posting Komentar
Diskusi yuk